Pudyo Saptono
suarakarya-online.com
Jagad perpuisian di Kota Semarang kembali menggeliat seiring kembalinya si
anak “hilang”-penyair Beno Siang Pamungkas-pada jalan yang benar, yang pernah
mewangikan namanya di dunia sastra modern.
Setelah sengaja “menghilang” dan “menggelandang” di jalanan selama sepuluh
tahun sebagai seorang juru warta pada sebuah stasiun televisi swasta nasional,
penyair Semarang kelahiran Desa Kuncen, Kecamatan Padagangan, Kabupaten
Bojonegoro, Jatim, 30 Maret 1968 ini akhirnya merasa sangat berdosa dan takut
tercerabut dari akar kesenimanannya.